Seiring perjalanan dan perkembangan JTM mulai 1999 hingga sekarang, banyak orang “hebat” turut membantu. Mereka “militan”, berdedikasi, dan kerjanya menginspirasi.
Distribusi JTM pada 2000 mulai tertata rapi. Banyak agen merangkap peliput berita di daerah terus bertambah.
Ketika “Perang Bintang” di Bali pada 2001 dalam rangka HUT JTM ke-2, Made Sudana wartawan Bali menginisiasi display isi beberapa edisi dari JTM yang di tempatkan di lobby hall tempat “Perang Bintang” berlangsung. Keren…
Dokter Luigi Ariawan, wartawan Sumsel, selain produktif dalam membuat liputan juga aktif menggelar kejuaraan atas nama JTM di Palembang. Ia juga selalu rajin menulis tips-tips kesehatan dalam hubungannya dengan tenis meja.
Termasuk Yuliono, wartawan Jateng, yang selalu berkeliling ke setiap sudut kota di Jateng mem- perkenalkan JTM. Juga Tridecky dan Rudi Haryadi (Jatim) yang tak pernah lelah mengirim hasil liputannya.
Di Jabar, seperti Dicky Sugandi, Haris Armada (Bandung), Endih (Sukabumi), Dadang Suwanda (Ciamis), dan Deden (Cianjur), juga melakukan hal sama.
Jabodetabek, ada Tedi Hartono (Tengerang), Ipi Supriatna (Depok), Hengky (Bekasi) Endang (Jakarta), Ucu Suhata (Jakarta), dan Nenk Lies (Jakarta). Di provinsi lain lagi, ada A. Yani (NTB), Erman Barna (Sumut), Elias Paleba (Sulteng), A. Muis (Kalsel), Mardianto (Kalteng), Syahriadin (Sulsel), Asri S. La Jongong (Bengkulu), T. Ratusehaka (Irian Jaya), Johan Djami (Timika), dan Ken Jami (Kupang).
Orang hebat lainnya, Andi Fendrias, Royan, Jimmy Linando dan Atman Ahdiat, meliput kegiatan luar negeri. Andy Syahriandi, Robin, Rizky dan Bulan di bidang desain grafis merangkap keredaksian.
Terakhir, tambah satu personel baru, mulai versi PDF, yaitu Maharani Adiputri, sebagai sekretaris redaksi.?US
